ARIF ABDULHAKIM

By : Iman Munandar

Hakim terdiri dari tiga golongan. Dua golongan hakim masuk neraka dan segolongan hakim lagi masuk surga. Yang masuk surga ialah mengetahui kebenaran hukum dan mengadili dengan hukum tersebut. Bila seorang hakim mengetahui yang haq tapi tidak mengadili dengan hukum tersebut, bahkan bertindak dzalim dalam memutuskan perkara, maka dia masuk neraka. Yang segolongan lagi hakim bodoh, yang tidak mengetahui yang haq dan memutuskan perkara berdasarkan kebodohannya, maka dia juga masuk neraka. ( HR. Abu Dawud dan Aththahawi)

Di akhir sepertiga malam Seorang laki-laki bernama Arif Abdul Hakim menangis tersedu-sedu ketika mengingat hadist tersebut. Dia dan keluarganya tidak ingin terjerumus ke dalam kobaran api neraka, namun godaan duniawi selalu mendorong hatinya untuk menerima hadiah haram agar keputusannya bergeser. Dia hanya mengadu kepada Tuhannya dan memohon dirinya dikuatkan menghadapi cobaan tersebut. Dan dia juga memohon petunjuk kepada-Nya tentang perkara hukum yang ditanganinya.

“Abang gak bangunin dinda sich, biar kita bisa shalat malam bareng.” istri Arif kesal melihat suaminya shalat sendirian.

“Abang bukan gak peduli pada dinda, tapi kasihan pada dinda. Dinda kan baru tidur jam 12 malam, masa harus dibangunkan, Ntar dinda sakit. Abang gak mau si kecil dalam perut dinda sakit gara-gara dinda sakit,” jawab suaminya sambil mengusap-usap keadaan perut istrinya yang sedang mengandung.

“Ah abang bisa aja,” sambil mencubit pinggung suaminya. “Pergi ke masjid sono, ntar terlambat lagi sholat  shubuhnya.”

“Yach dindaku sayang, abang akan pergi ke masjid. I LOVE YOU BIBEH.“

Istrinya tertawa-tawa melihat sikap suaminya yang romantis. Bagi Arif, tindakan romantis terhadap istrinya salah satu cara mengurangi tekanan mental terhadap dirinya yang baru saja berprofesi sebagai hakim. Menjadi hakim yang adil tidaklah mudah, setiap menangani suatu perkara yang sangat berat, di situ selalu datang godaan duniawi agar keputusannya itu bergeser. Inilah yang dihadapi oleh Arif baru pertama kalinya ditunjuk sebagai ketua majelis hakim yang menangani kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat elit. Kasus ini terbilang sangat berat bagi dirinya sebagai manusia yang lemah.

* * * * * * * * * * *

Dari sidang perdana kasus dugaan korupsi penyimpangan dana proyek pembangunan pusat energy listrik digelar hingga pemeriksaan para saksi menjadi berita utama di berbagai media. Seorang hakim yang terbilang masih muda berani memimpin sidang kasus dugaan korupsi tersebut. Inilah yang menjadi sorotan masyarakat kota B.

Di luar gedung pengadilan, beragam demonstrasi yang pro dan kontra digelar. Yang pro mendesak hakim harus berani memberantas kasus korupsi tanpa pandang bulu. Sementara orang-orang yang kontra meminta hakim segera membebaskan tersangka dari segala tuduhan. Hampir saja terjadi keributan antara dua kubu tersebut, untungnya pihak aparat keamanan lebih sigap melerai dua kubu tersebut.

Setelah mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Arif menutup sidang dan akan dilanjutkan sidang putusan hakim pekan depan.

Terdakwa menghampiri para penasehat hukumnya, dan bicara secara berbisik-bisik langkah apa yang harus segera diambilnya!

Sementara di ruang rapat hakim, ketua majelis hakim Arif Abdul Hakim memimpin rapat dan mengarahkan bahayanya budaya korupsi merusak bangsa ini. Hakim harus memutuskan suatu perkara dengan adil berdasarkan ilmu dan peraturan undang-undang yang berlaku. Dia juga menekankan jangan terpengaruh oleh pihak manapun, baik dalam bentuk materil, ancaman, dan lain-lain. Hakim harus tetap mandiri dan mengacu pada Undang-Undang dalam memutuskan suatu perkara.

“Al-hamdulillah, kita telah sepakat terhadap perkara tersebut dengan putusan hukuman yang maksimal. Semoga hati kita dikuatkan menghadapi perkara itu. Amin,” Arif menutup rapat internal majelis hakim yang dipimpinnya.

  • ****************

Saat sore di hari minggu, ketika Arif dan istrinya tengah berada di ruang tamu. Datang dua orang laki-laki dengan gaya pakaian orang kaya ke rumahnya, dua laki-laki tersebut ingin bertemu dengan Arif. Arif segera kuatkan hati dan menyuruh istrinya menyiapkan hidangan buat tamunya. Setelah mereka berbasa-basi, akhirnya mereka berdua mengatakan maksud kedatangannya. Arif diam sejenak, dan berpikir pasti mereka berdua adalah suruhan orang yang ditangani kasus hukum oleh dirinya. Setelah itu, mereka berdua menawarkan sesuatu pada Arif,;

“Apa yang bapak inginkan, pasti kami akan mengabulkan segala permintaan bapak?”

“Bapak menginginkan rumah lebih besar lagi, mobil baru dan mewah, membangun masjid, membangun pesantren, apa saja yang bapak inginkan pasti kami akan mengabulkan segala keinginan bapak”, dua laki-laki tersebut menawarkan yang lebih tinggi lagi.

Arif berdiam sejenak dan berpikir, rumah sudah punya walaupun sederhana, mobil sudah punya walaupun sederhana, masjid sudah banyak, apalagi pesantren di sekitar sini sudah banyak. Segala kebutuhan hidupnya sudah cukup, mau apa lagi ya.. Akhirnya Arif punya ide.

“Bener nih pak, serius mau mengabulkan segala keinginan saya?”

“Ya pak bener, kami serius akan mengabulkan segala keinginan bapak,“ hati mereka riang.

“Ya udah kalau bapak-bapak serius permintaan saya ini“, arif membisikkan suaranya ke telinga salah satu orang diantara mereka.

“Pak, saya ingin Surga, bapak bisa kabulkan permintaan saya ini gak?” Bisik Arif.

“Ah, bapak jangan bercanda”, mereka merasa aneh dengan permintaan Arif.

“Saya gak bercanda, bener saya serius permintaan saya tadi”, Arif merasa menang.

Dua laki-laki tersebut menggeleng kepalanya, dan mustahil mengabulkan permintaan Arif yang aneh dan ganjil. Mereka berdua tahu, bahwa orang ini keras kepala, tidak bisa diajak kompromi. Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan rumah Arif dengan perasaan jengkel. Arif pun bersyukur dapat menahan dari segala keinginannya, dan dapat mengusir para penggoda dengan halus.

* * * * * * * *  * * * * *

Gedung pengadilan negeri kota Bandung tampak ramai, terutama di ruang 1A sangat penuh melebihi kapasitas ruangan tersebut. Di luar dan dalam ruang sidang beberapa anggota polisi berjaga-jaga. Wartawan bersiap-siap dengan kamera dan alat tulisnya. Ketua dan anggota majelis hakim memasuki ruang sidang. Keluarga terdakwa sangat berharap terbebasnya terdakwa dari jeratan hukum. Sebagian masyarakat ingin melihat, sejauh manakah penegakkan hukum di kota B ini?

Seorang terdakwa kasus dugaan korupsi penyimpangan dana proyek pembangunan pusat energy listrik duduk di hadapan majelis hakim. Dengan wajah cemas mendengarkan alasan disertai pertimbangan hukum terhadap kasus yang dialaminya, serta tuntutan hukum dari Jaksa Penuntut Umum. Seorang terdakwa berharap dirinya terbebas dari jeratan hukum.

Namun setelah majelis hakim membacakan alasan disertai pertimbangan hukumnya, akhirnya majelis hakim menjatuhkan pidana penjara 4 tahun, dan disamping harus membayar kerugian Negara diharuskan membayar denda Rp. 200.000.000,00 terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi. Keluarga terdakwa menjerit dan pingsan setelah mendengar putusan majelis hakim. Publik sudah tahu popularitas keluarga terdakwa sebagai pemimpin yang agamis secara turun menurun.

Arif, ketua majelis hakim, sempat tersentak ketika melihat histeris keluarga terdakwa. Dirinya sebagai manusia biasa mempunyai rasa iba dan kasihan terhadap reputasi keluarga terdakwa. Tapi dirinya menyandang profesi sebagai hakim, tidak boleh berpedoman pada perasaan. Hakim harus berpedoman pada pikiran, perasaan keadilan, dan aturan. Dia melihat kedepan, untuk mencegah rusaknya kota B ini dari korupsi, maka para pelakunya harus disikat dengan menjatuhkan hukuman yang maksimal.

Dia bersyukur atas didikan orang tua dan guru ngajinya dalam mengajarkan nilai-nilai Islam terhadap dirinya. Kejujuran dan rasa bersyukur akan nikmat Allah yang ditanamkan oleh kedua orang tua dan guru ngajinya sangat berarti bagi dirinya. Kejujuran bagi seorang hakim dalam menyelesaikan dan memutuskan suatu perkara, sangat diharapkan oleh masyarakat. Kejujuran yang dimiliki oleh seorang hakim akan melahirkan keadilan. Arif mensyukuri apa yang diterimanya, yang namanya dunia tidak akan ada ujungnya. Pandai bersyukur, akan mencegah rasa iri terhadap kekayaan orang lain. Pandai bersyukur juga mencegah giuran cantiknya hiasan dunia.

About brigdhero

BERGERAK ATAU TERGANTIKAN
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s